Web Series adalah salah satu bentuk Tontonan Internet. Istilah Web Series juga dikenal sebagai Webpisode.
Konsep Web Series ini mirip dengan program acara televisi namun dengan
durasi tayang yang relatif pendek, sekitar 5 – 15 menit. Format acaranya
bisa bermacam-macam, seperti sinetron atau FTV (Film Televisi),
talkshow, tips dan trik, tutorial, berita maupun serial video blog/vlog.
Suatu Web Series biasanya terbagi dalam episode-episode dimana waktu
penayangannya atau lebih tepatnya: upload, biasanya mengikuti pola yang
ada di televisi. Misalkan episode baru akan muncul sekali seminggu, tiap
hari Senin. Namun patokan itu tidak selalu baku, bisa saja berubah
tergantung dari situasi kondisi yang terjadi di lapangan, misalkan ada
kendala.
Penonton dapat mengakses Web Series melalui internet dengan menggunakan komputer, baik desktop maupun laptop, dan juga telepon seluler. Web Series ini merupakan suatu produk atau bagian dari Televisi Web, suatu bentuk media Teknologi Informasi baru. Umumnya orang meng-upload atau menampilkan Web Series di situs penyedia layanan video streaming, seperti YouTube atau Vimeo. Keuntungan yang diberikan situs semacam ini adalah diberikannya akun khusus yang dinamakan channel, seperti halnya sebuah channel televisi eksklusif.
Di luar negeri Web Series yang cukup populer adalah program Equals Three atau E=3 karya Ray William Johnson. Konsep E=3 adalah me-review 3 (tiga) buah video populer di internet dengan gaya kritikan sarkasme yang menyindir dan acapkali pedas. Tidak sampai seminggu biasanya video yang di-upload Ray di channel YouTube-nya bisa mencapai 1 juta views. Masih banyak contoh Web Series lainnya, seperti Kids React karya The Fine Brothers, lalu video-video absurd karya SMOSH.
Di Indonesia, istilah Web Series dipopulerkan oleh Dennis Adhiswara, yang selama ini dikenal sebagai sutradara dan juga actor. Dennis menggagas “Indonesian Web Series Community” yang merupakan sebuah komunitas untuk para kreator dan pecinta Web Series asal Indonesia yang dikelola secara independen. Sedangkan pelaku Web Series Indonesia di YouTube yang cukup konsisten adalah Raditya Dika. Dika, yang sebelumnya mempopulerkan cerita non-fiksi komedi, twitter, serta istilah-istilah alay, mulai akhir 2012 memproduksi Web Series berjudul “Malam Minggu Miko”. Karena kualitas karya serta popularitas Dika, Kompas TV menayangkan program tersebut di televisi. Saya sendiri pernah mencoba membuat Web Series pada tahun 2011 berjudul “Boedjang Lapoek Mentjari Tjinta” yang mampu bertahan sampai 2 (dua) episode.
Penonton dapat mengakses Web Series melalui internet dengan menggunakan komputer, baik desktop maupun laptop, dan juga telepon seluler. Web Series ini merupakan suatu produk atau bagian dari Televisi Web, suatu bentuk media Teknologi Informasi baru. Umumnya orang meng-upload atau menampilkan Web Series di situs penyedia layanan video streaming, seperti YouTube atau Vimeo. Keuntungan yang diberikan situs semacam ini adalah diberikannya akun khusus yang dinamakan channel, seperti halnya sebuah channel televisi eksklusif.
Di luar negeri Web Series yang cukup populer adalah program Equals Three atau E=3 karya Ray William Johnson. Konsep E=3 adalah me-review 3 (tiga) buah video populer di internet dengan gaya kritikan sarkasme yang menyindir dan acapkali pedas. Tidak sampai seminggu biasanya video yang di-upload Ray di channel YouTube-nya bisa mencapai 1 juta views. Masih banyak contoh Web Series lainnya, seperti Kids React karya The Fine Brothers, lalu video-video absurd karya SMOSH.
Di Indonesia, istilah Web Series dipopulerkan oleh Dennis Adhiswara, yang selama ini dikenal sebagai sutradara dan juga actor. Dennis menggagas “Indonesian Web Series Community” yang merupakan sebuah komunitas untuk para kreator dan pecinta Web Series asal Indonesia yang dikelola secara independen. Sedangkan pelaku Web Series Indonesia di YouTube yang cukup konsisten adalah Raditya Dika. Dika, yang sebelumnya mempopulerkan cerita non-fiksi komedi, twitter, serta istilah-istilah alay, mulai akhir 2012 memproduksi Web Series berjudul “Malam Minggu Miko”. Karena kualitas karya serta popularitas Dika, Kompas TV menayangkan program tersebut di televisi. Saya sendiri pernah mencoba membuat Web Series pada tahun 2011 berjudul “Boedjang Lapoek Mentjari Tjinta” yang mampu bertahan sampai 2 (dua) episode.

Komentar
Posting Komentar